Kesekretariatan

Selamat Idul Fitri 1444H

Hari Raya Idul Fitri adalah Hari Raya Kemenangan Ummat Islam setelah selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Maka para sahabat saling mendoakan satu dengan yang lainnya dengan mengucapkan Taqobbalallohu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan ibadah kalian. Aamiin.

MAKNA IDUL FITRI

Dilihat dari sejarahnya, Idul Fitri pertama kali dilakukan ummat Islam pada tahun kedua Hijriyah setelah ummat Islam berhasil memenangkan Perang Badar. Seusai berhasil memenangkan peperangan itu, maka Nabi Muhammad dan kaum muslimin merayakan dua kemenangan secara bersamaan, yaitu kemenangan setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan kemenangan saat mengalahkan Bangsa Quraisy pada perang Badar.

Sesungguhnya Idul Fitri memiliki dua makna yaitu Kembali Berbuka dan Kembali Menuju Fitrah. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang berbunyi مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim). Maka mereka yang bersungguh-sungguh melaksanakan Shaum Ramadhan (dan rangkaian amal sholeh lainnya) dengan penuh keimanan dan Ikhlas hanya karena Allah SWT maka Allah ampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu laksana seperti bayi yang baru dilahirkan, dilahirkan kembali menuju fitrahnya.

Tinggal bagaimana kita mempertahankan dan merawat kesucian yang telah dicapai pada saat Ramadhan? Bagaimana kita bisa menjaga konsistensi amal shalih setelah berpisah dengan bulan suci Ramadhan ?

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata:

عَلاَمَةُ قَبُوْلِ الطَّاعَةِ أَنْ تُوْصَلَ بِطَاعَةٍ بَعْدَهَا وَ عَلَامَةُ رَدِّهَا أَنْ تُوْصَلَ بِمَعْصِيَةٍ
مَا أَحْسَنَ الْحَسَنَةِ بَعْدَ الْحَسَنَةِ وَأَقْبَحَ السَّيِّئَةِ بَعْدَ الْحَسَنَةِ

“Tanda-tanda diterimanya ketaatan adalah dengan konsisten terus beribadah setelahnya. Dan tanda-tanda ditolaknya ketaatan adalah dengan melakukan kemaksiatan setelahnya. Betapa mulianya suatu kebaikan yang dilakukan setelah kebaikan yang lain, dan betapa jeleknya sebuah keburukan yang dilakukan setelah kebaikan”.

Oleh karena itu mari kita lanjutkan amal sholeh yang pernah dilakukan saat Ramadhan kemarin. Ummul Mukminin Aisyah ra berkata : “Apabila melakukan suatu amal, Rasulullah saw selalu menjaganya” Ini sesuai sabdanya: “Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan terus menerus sekalipun sedikit”. أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Semoga kita diberikan keistiqomahan untuk melanjutkan amal shalih Pasca Ramadhan hingga kita bertemu kembali dengan Ramadhan Tahun Depan. Aamiin. Alhaqqu min robbik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *